Tips Mencintai Allah & Rasul 2

Selalu membaca dan mengenang-ngenang fadhilat-fadhilat solat fardhu berjemaah, membuatkan kita terasa manisnya solat berjemaah. Mengulang-ulang baca hadis-hadis tentang kelebihan-kelebihan bersedekah, menjadikan kita selalu terfikir untuk bersedekah. Setiap hari mendengar ganjaran-ganjaran yang disediakan Allah untuk orang-orang yang pergi berjihad, memotivasikan kita untuk turut sama berjihad jika berpeluang.


Begitu jugalah halnya dalam mencintai Allah dan Rasulullah. Dengan membiasakan diri membaca matan dan maksud ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis, insyaallah cinta kita akan istiqamah. Jika sesekali berkurang pun, tidaklah merudum.


Antara bahan-bahan bacaan yang baik untuk diulang ialah:

“Orang-orang yang beriman itu sangat cinta kepada Allah.”

(Al Baqarah: 165)


“Sesungguhnya Allah suka kepada orang-orang yang bertaubat dan suka kepada orang-orang yang bersuci.”

(Al Baqarah : 222)


“Siapa yang cinta untuk bertemu dengan Allah, nescaya Allah (juga) cinta untuk bertemu dengannya.”

(Bukhari & Muslim)


“Katakanlah (wahai mUhammad): “Kalau betul kamu mencintai Allah, ikutlah aku (Muhammad), nescaya kamu akan dicintai oleh Allah dan diampun-Nya dosamu.”

(Ali Imran : 31)


“Sesungguhnya Allah itu mencintai orang-orang yang berperang di jalan Allah, dalam barisan perang yang teratur.”

(As Saf :4)


“Orang-orang yang beriman itu, hati mereka menjadi tenteram kerana mengingati Allah. Ketahuilah, dengan mengingati Allah hati akan menjadi tenteram.”

(Ar Ra’d : 28)


Pernah Abu Razin Al ‘Uqaili bertanya: “Wahai Rasulullah. Apakah iman itu?”


Rasulullah SAW menjawab: “(Iman itu ialah) Allah dan Rasul-Nya lebih kamu cintai daripada yang lain.”

(Ahmad)


Kata Nabi Muhammad saw:


“Cintailah Allah kerana Dia memberi kamu makanan daripada nikmat. Dan cintailah aku kerana Allah mencintai aku.”


(Tirmizi)


Nabi kita SAW membaca dalam doanya:


“Ya Allah Tuhanku. Anugerahilah (agar) aku mencintai Engkau, mencintai orang yang mencintai Engkau, dan mencintai apa (jua) yang mendekatkan aku kepada mencintai Engkau.”


(Abu Naim)


Seorang Arab desa datang kepada Nabi SAW lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, bilakah Qiamat?”


Nabi SAW menjawab, “Apa yang telah engkau sediakan untuk (menghadapi) Qiamat itu?”


Arab desa itu menjawab, “Tiadalah aku sediakan untuk (menghadapi) Qiamat itu dengan membanyakkan solat dan puasa. Cuma aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.”


Lalu Nabi SAW bersabda: “Manusia itu (akan) bersama orang yang dicintainya.”


Bukhari & Muslim)


Alangkah manisnya mencintai Tuhan dan Pesuruh-Nya...

0 comments:

Post a Comment

slideshow skkb